Matahari cukup terang saat itu
Kau debat aku dengan segala macam tuntutanmu
Hingga matahari tepat diatas kepalaku
Kau bilang iya dan itulah akhir dari segalanya
Tanpa sadar matahari mulai meredupkan sinarnya
Saat itu pula kau mencoba mengulur waktu dan tetap meyakinkan
Sampai matahari benar benar menghilang
Akhirnya kau putuskan untuk kembali kepelukan
Secepat itu lah kamu kembali mencintai dengan sejuta kekuranganku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar