Translate

Sabtu, 31 Oktober 2015

Apa lagi?

Sesak.
Bolehkah aku mati sekarang, tuhan?

Hujan

Hujan lagi...
Kembali membuatku meratap menunggu dikasihani
Haruskah aku seperti ini?
Hanya untuk menunggu yang "katanya" tersayang?

Kesedihan

Katanya kamu yang tersayang,
Kapan meminta untuk kembali?
Maaf aku hanya akan menunggu.
Tidak lagi memulai.
Kenapa kau tantang aku begini?
Harusnya kau tau ini menyiksaku kau tantang begini.
Apa karna tau maka kau berani seperti ini?
Menantangku untuk pergi jika berani.
Pernyataan yang kejam untuk ku terima.
Aku hanya ingin bukti nyatamu.
Aku hanya ingin menagih janji yang pernah kau ucapkan, bahwa ini takkan terjadi lagi.
Sudah dua hari, kau biarkan aku diam, tak berusaha mencari.
Keterlaluan memang.
Aku benci dianggap lemah.
Aku benci kau anggap aku mampu tanpamu.
Walau kenyataannya begitu, tapi tak bisakah kau mengalah saja?
Menghargai harga diriku.
Bagaimana kita bisa hidup begini?
Aku tau ini bukan masa sulitmu.
Kau bisa lalui tanpa ada aku disisimu.
Tidak seperti dulu, kau orang yang butuh sandaran.
Kini kau sanggup sendiri.
Aku mulai tak berharga.
Yasudah,biarkan aku pergi.
Oh aku lupa,kau tak sedikit pun melarangku.
Sakit.

Minggu, 04 Oktober 2015

Sabtu Minggu

Hai kesayangan, hari ini hari Minggu. Kemarin hari Sabtu dan kita bersama sampai malam. Entah itu hanya perasaan atau hanya kebahagiaan yang sengaja kau titipkan untukku malam itu. Merasa kau butuhkan,merasa kau jadikan tempat untuk kembali.
Terimakasih atas ucapanmu,mungkin tidak seromantis orang orang,namun aku rasa itu berbeda.
"Aku jenuh dengan semua laporan,tugas,ngajar lalu kuliah,belum lagi belajar. Sabtu ini hanya ingin main dan baca komik disampingmu". Itulah kata kata yang aku simpulkan dari kata katamu. Romantis bukan? Ahhh, kesayangan betapa aku benar benar jatuh cinta padamu.