witte rozen
Dunia, ku beritahu bahwa blog ini menceritakan tentang nya yang berencana menjadi masa depanku
Translate
Minggu, 16 Juni 2019
Senin, 22 Oktober 2018
Hei, mungkin ini juga yang terakhir ku tulis tentangmu. Orang yang tak sampai 24 jam yang lalu masih ku kagumi, masih ku sayangi, masih ku harapkan menjadi jawaban atau semua doaku.
Cukup sekali saja bukan kamu menyakitiku? Kenapa itu belum cukup untukmu? Masih tertatih aku membangun semuanya. Masih mengikhlaskan. Masih mencoba percaya kembali padamu. Lalu apa ini?Sekarang salah aku yang tak lagi percaya?
Lihat, baru semalam ku tulis tentang mu bukan? Menurutmu bagaimana perasaanku saat menulis Itu? Apa kamu pernah merasakannya juga? Rasa sayang dan bahagia yang meluap, yang memang sedikit menyiksa saking rindunya. Aahh, mungkin kamu tak mengerti tak tahu dan tak akan pernah juga merasakannya.
Tapi ku pikir cukup hari ini saja. Kalau kamu tanya kenapa, ku pikir kamu tau kenapa. Benar katamu, sayang bukan seharusnya jadi alasan untuk bertahan. Memaki tak akan pernah cukup untuk mengobati sakit ini. Terimakasih. Aku pamit.
Cukup sekali saja bukan kamu menyakitiku? Kenapa itu belum cukup untukmu? Masih tertatih aku membangun semuanya. Masih mengikhlaskan. Masih mencoba percaya kembali padamu. Lalu apa ini?Sekarang salah aku yang tak lagi percaya?
Lihat, baru semalam ku tulis tentang mu bukan? Menurutmu bagaimana perasaanku saat menulis Itu? Apa kamu pernah merasakannya juga? Rasa sayang dan bahagia yang meluap, yang memang sedikit menyiksa saking rindunya. Aahh, mungkin kamu tak mengerti tak tahu dan tak akan pernah juga merasakannya.
Tapi ku pikir cukup hari ini saja. Kalau kamu tanya kenapa, ku pikir kamu tau kenapa. Benar katamu, sayang bukan seharusnya jadi alasan untuk bertahan. Memaki tak akan pernah cukup untuk mengobati sakit ini. Terimakasih. Aku pamit.
Langganan:
Komentar (Atom)